Studi Kasus &
Rekam Jejak.

Bukti nyata bagaimana strategi hukum kami menyelesaikan masalah kompleks klien korporasi dan individu.

Penyelesaian Bipartit

Restrukturisasi Tenaga Kerja & PHK Massal 500 Karyawan

Krisis ekonomi global memukul keras industri tekstil nasional. Klien kami, pabrik padat karya di Jawa Tengah, mengalami penurunan order ekspor hingga 60%. Pilihan direksi sulit: efisiensi massal atau tutup pabrik dalam 6 bulan.

Tantangan hukumnya bukan hanya menghitung pesangon, tetapi memanajemen risiko sosial. Isu PHK massal sangat sensitif dan bisa memicu aksi demonstrasi yang justru melumpuhkan sisa produksi.

Sukila Lawfirm ditunjuk bukan hanya sebagai konsultan hukum, tapi sebagai arsitek strategi komunikasi industrial. Kami mendampingi tim HRD mulai dari perencanaan skema, negosiasi dengan Serikat, hingga penandatanganan kesepakatan individu.

Tantangan
Pabrik tekstil klien harus melakukan efisiensi 30% tenaga kerja (500 orang) untuk menghindari kebangkrutan, di tengah ancaman demo serikat buruh.
Hasil
Tercapai kesepakatan Bersama (PB) dengan seluruh 500 karyawan tanpa satupun gugatan ke PHI dan tanpa aksi mogok kerja.
Baca Selengkapnya
Case Illustration
Kemenangan Mutlak

Sengketa Lahan Kawasan Industri Cikarang

Kasus ini bermula ketika klien kami, sebuah perusahaan manufaktur otomotif multinasional, menerima somasi dari pihak yang mengklaim sebagai pemilik sah atas lahan perluasan pabrik mereka di kawasan Cikarang.

Pihak lawan menunjukkan Sertifikat Hak Milik (SHM) yang terbit di atas Hak Guna Bangunan (HGB) milik klien. Hal ini menciptakan ketidakpastian hukum yang mengancam investasi senilai Rp 50 Miliar.

Sukila Lawfirm segera membentuk tim khusus untuk menelusuri asal-usul tanah (riwayat tanah) hingga ke buku tanah desa. Kami menemukan fakta bahwa sertifikat lawan diterbitkan berdasarkan surat girik palsu yang telah dibatalkan pada tahun 1990.

Tantangan
Klaim ganda atas lahan seluas 5 hektar oleh pihak ketiga dengan sertifikat tumpang tindih.
Hasil
Pengadilan memenangkan klien dan membatalkan sertifikat lawan.
Baca Selengkapnya
Case Illustration
Kemenangan Arbitrase

Arbitrase Sengketa Konstruksi Infrastruktur Nasional

Proyek pembangunan jalan tol di Jawa Barat mengalami kendala ketika salah satu sub-kontraktor utama menghentikan pekerjaan secara sepihak dan mengajukan klaim tambahan biaya (Variation Order) yang sangat besar, mengutip kenaikan harga material global.

Hal ini tidak hanya mengancam cashflow proyek tetapi juga timeline penyelesaian yang telah ditetapkan Presiden. Klien kami membutuhkan solusi cepat yang tidak menghentikan total progres lapangan.

Sukila Lawfirm ditunjuk untuk mewakili Klien dalam sengketa arbitrase ini. Tantangan utamanya adalah dokumen proyek yang sangat massive (ribuan shop drawings dan laporan harian) serta tekanan politis agar proyek tetap berjalan.

Tantangan
Klien (Kontraktor BUMN) digugat sub-kontraktor senilai Rp 150 Miliar atas klaim eskalasi harga yang tidak berdasar.
Hasil
Majelis Arbitrase menolak 90% tuntutan lawan dan hanya mewajibkan pembayaran sisa termin pokok.
Baca Selengkapnya
Case Illustration
Penghapusan Merek Lawan

Penyelamatan Merek 'Kopi Senja' dari Pembajakan

“Kopi Senja”, sebuah jaringan kedai kopi kekinian yang sedang naik daun dengan 50 cabang, tiba-tiba menerima somasi untuk menghentikan penggunaan nama merek mereka dan membayar royalti. Pihak yang mensomasi ternyata telah mendaftarkan merek “Kopi Senja Indonesia” sebulan setelah kedai pertama klien viral, namun tidak pernah membuka toko kopi sebiji pun.

Ini adalah kasus klasik Trademark Squatting. Secara administratif, lawan memegang sertifikat. Secara moral dan fakta lapangan, Klien adalah pemilik sah.

Tantangan
Klien, UMKM kopi lokal yang viral, digugat oleh entitas besar yang mendaftarkan merek serupa lebih dulu dengan itikad tidak baik.
Hasil
Gugatan Pengadilan Niaga mengabulkan pembatalan merek lawan. Merek klien diakui sebagai Merek Terkenal.
Baca Selengkapnya
Case Illustration