Kembali ke Portfolio
Studi Kasus

Restrukturisasi Tenaga Kerja & PHK Massal 500 Karyawan

Menyeimbangkan Kelangsungan Bisnis dan Hak Pekerja dalam Situasi Krisis.

Klien
Manufaktur Tekstil
Durasi
3 Bulan
Status
Selesai

01 Tantangan

Krisis ekonomi global memukul keras industri tekstil nasional. Klien kami, pabrik padat karya di Jawa Tengah, mengalami penurunan order ekspor hingga 60%. Pilihan direksi sulit: efisiensi massal atau tutup pabrik dalam 6 bulan.

Tantangan hukumnya bukan hanya menghitung pesangon, tetapi memanajemen risiko sosial. Isu PHK massal sangat sensitif dan bisa memicu aksi demonstrasi yang justru melumpuhkan sisa produksi.

Sukila Lawfirm ditunjuk bukan hanya sebagai konsultan hukum, tapi sebagai arsitek strategi komunikasi industrial. Kami mendampingi tim HRD mulai dari perencanaan skema, negosiasi dengan Serikat, hingga penandatanganan kesepakatan individu.

Strategi Kunci

  • Merancang paket kompensasi 'Golden Handshake' yang sedikit di atas normatif namun dibayar bertahap untuk menjaga cashflow.
  • Melakukan sosialisasi kondisi keuangan perusahaan secara transparan kepada pengurus Serikat Pekerja (Open Book Management terbatas).
  • Membuka posko konsultasi hukum dan karir bagi karyawan terdampak.

03 Hasil Akhir

Kunci keberhasilan kasus ini adalah komunikasi. Kami mengubah narasi dari 'Pemecatan' menjadi 'Penyelamatan Perusahaan'. Dengan transparansi data keuangan (yang diaudit), Serikat Pekerja memahami bahwa pilihannya adalah efisiensi sebagian atau pabrik tutup total (semua PHK). Seluruh 500 Perjanjian Bersama didaftarkan ke PHI dan situasi kondusif terjaga.

"Pendekatan Sukila sangat humanis tapi tegas. Mereka tidak hanya bicara pasal, tapi membantu komunikasi strategis dengan Serikat Pekerja."
- HR Director PT. Tekstil Sejahtera

Menghadapi Masalah Serupa?

Diskusikan strategi hukum yang tepat untuk melindungi kepentingan Anda.